MANFAAT JAHE UNTUK KANKER

Manfaat jahe tak hanya sekadar menghangatkan badan dan membuat tubuh nyaman. Beberapa penelitian menyebut zat aktif yang terkandung dalam jahe bermanfaat dalam pengobatan kanker. Sekelompok peneliti dari University of Minnesota melakukan penelitian untuk

melihat manfaat gingerol, zat aktif yang ada di jahe, dan pengaruhnya terhadap sel kanker. Penelitian dilakukan kepada mencit yang diinjeksi sel tumor usus besar.Ditemukan bahwa mencit yang diberikan gingerol memiliki pertumbuhan sel tumor yang lebih lambat 12 persen dibanding kelompok kontrol. 

Penelitian selanjutnya pun diwacanakan untuk melihat lebih jauh manfaat yang diberikan gingerol terhadap penghambatan sel kanker.Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal BMJ mengatakan konsumsi ekstrak jahe 2 gram perhari dapat mengurangi risiko terserang kanker usus sebesar 19 persen.

Ekstrak jahe juga diketahui memiliki manfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker pankreas, payudara dan ovarium.Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dr Raymond R Tjandrawinata, PhD, mengatakan banyak penelitian yang sudah membuktikan manfaat jahe dan kegunaannya untuk melawan kanker. Namun yang harus diperhatikan, manfaat tersebut tidak bisa didapat dengan mengonsumsi jahe secara utuh.

"Dalam penelitian biologi molekuler yang diperlukan untuk membuat obat itu hanya fraksinya saja. Misalkan dari simplicia, jahe dikeringkan ada seratusan senyawa. Setelah di bio-fraksi yang tersisanya mungkin hanya 6 senyawa yang paling bermanfaat," tutur Raymond, kepada detikHealth baru-baru ini.Oleh karena itu sangat salah jika masyarakat meminum air rebusan jahe atau mengonsumsi irisan jahe dengan harapan mengobati kanker. 

Manfaat baru terasa jika senyawa dan zat aktif dari jahe dikumpulkan jadi satu dalam bentuk obat."Misalnya ya, jahe baru akan bermanfaat jika dikonsumsi 5 kg sehari. Tapi kan nggak mungkin kita konsumsi 5 kg.

Makanya ketika bentuk obat 5 mg, itu isinya sudah senyawa bermanfaat dalam jumlah banyak, setara jahe 5 kg," terangnya. Jahe adalah salah satu minuman yang banyak disukai oleh masyarakat, apalagi jika diminum dalam kondisi hangat di malam hari atau dikala hujan yang dingin. Tak hanya sangat nikmat, jahe ternyata memiliki banyak sekali manfaat kesehatan bagi tubuh. 

Fakta ini didapatkan dari penelitian yang dirilis dalam British Journal of Nutrition dimana jahe ternyata memiliki kandungan yang mampu membunuh beberapa sel kanker, layaknya kanker prostat, kanker ovarium, dan juga kanker kolorektal.Dari penelitian ini, jahe dianggap sebagai salah satu minuman yang bisa memiliki manfaat yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kemoterapi. 

Hal ini dikarenakan jahe ternyata memiliki bahan aktif yang memiliki sifat anti angiogenik yang dikenal sangat efektif dalam membuat pertumbuhan sel kanker berhenti, khususnya dalam mencegah berkembangnya kanker ovarium.Penelitian lain yang dipublikasikan hasilnya oleh American Association for Cancer dan dilakukan oleh para peneliti dari University of Michigan juga menunjukkan hasil yang sama, dimana kandungan di dalam jahe dianggap jauh lebih baik dan efektif dalam membunuh sel-sel kanker, namun dengan memberikan efek samping bagi tubuh yang sangat minimal.

Jahe juga dianggap memiliki kandungan toksin yang sangat rendah dan tidak membuat tubuh mengalami resistensi obat. Penelitian ini bahkan sangaat merekomendasikan pemberian jahe bagi para penderita kanker ovarium. Tak hanya itu, penelitian ini juga menunjukkan fakta menggembirakan dimana jahe sangatlah efektif dalam mencegah berkembangnya kanker kolorektal karena membunuh sel-sel kanker ini dengan sangat efektif.

Memang, banyak penelitian ini baru dalam tahapan hasil dari manfaat jahe yang diberikan pada hewan percobaan layaknya tikus sehingga masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut pada manusia.

Namun, pakar kesehatan yakin bahwa ada banyak sekali manfaat dari tanaman herbal ini. Kita sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi jahe, namun tidak dianjurkan melebihi takaran 4 gram per harinya. Sementara itu, wanita hamil dianjurkan untuk mengkonsumsinya dengan takaran tidak lebih dari 1 gram setiap hari.